33 Juta Anak Indonesia di 15 Tahun Mendatang, Akan Menjadi seperti Apa?

Aku adalah tipe-tipe orang yang suka memandang jauh ke depan. Masa depan selalu menjadi hal menarik untuk dibicarakan apalagi setelah aku mendengar pernyataan seorang psikolog yang mengatakan bahwa masa depan itu sebenarnya bisa diraba. Mari kita hubungkan sedikit ke Indonesia.
33 Juta Anak Indonesia
pexels.com
Bagaimana pendapatmu tentang bangsa Indonesia di masa ini? Pernahkah kamu membayangkan bagaimana negara kita di 15 tahun mendatang? Akankah Indonesia menjadi negara yang lebih berkembang? Difasilitasi oleh teknologi canggih dengan SDM yang luar biasa?
Segala bentuk harapan kepada negara kita ini sebenarnya dipegang oleh 33 juta anak Indonesia. Mereka adalah kunci. Mereka semacam tempat kita bertaruh dan berharap. Anak-anak ini merupakan sebuah senjata tersembunyi untuk membuat negara ini lebih baik.

Penduduk Indonesia Sekarang VS Dahulu

Nah, coba sedikit aku kasih bayangan mengenai perbedaan antara zaman sekarang dengan zaman dahulu dari pandangan aku. Hal yang paling mencolok dari generasi sekarang ini adalah mengenai the way of life-nya mereka sampai dengan profesi yang banyak mereka tekuni sekarang. 
33 Juta Anak Indonesia
pexels.com
Coba saja ingat-ingat, dahulu, pekerjaan seperti banker, teacher, sampai dengan doctor lah yang sangat diinginkan dan dijadikan tujuan mutlak demi masa depan yang lebih baik. Nah, di masa sekarang, anak muda kita tumbuh semakin kreatif dan bisa beradaptasi dengan segala macam perkembangan. 
Mereka malah kebanyakan memilih bidang kreatif berbasis online seperti youtuber, blogger, selebgram, dropshipper, influencer, sosial media manager, internet marketing dan sejenisnya. Profesi yang mungkin saja enggak terbayangkan sebelumnya. 
Nah, orang-orang yang membuat nuansa baru ini merupakan anak-anak Indonesia usia dini/balita di 15 tahun sebelumnya. Nah, sangat makes sense bukan jika kita bergantung pada anak usia dini di tahun 2019 ini.

Prediksi Akan Seperti Apa Anak Balita Indonesia di 15 Tahun Mendatang

Nah, selanjutnya, mari kita sama-sama prediksi, bagaimana sih kira-kira anak balita di 15 tahun mendatang? Masihkah mereka memilih pekerjaan-pekerjaan kreatif tersebut? Indonesia seperti apa yang akan mereka ciptakan? 

1.    Munculnya Sistem Belajar Formal yang Lebih Kreatif

Hal paling pertama yang aku soroti adalah pendidikan. Sampai saat ini kita sudah dihadapkan oleh beberapa perubahan dalam sistem dan teknik belajar-mengajar secara formal. Nah, denga melihat dari perkembangan SDM zaman sekarang, sepertinya sistem belajar dan mengajar secara fomal di sekolah-sekolah akan banyak mengalami kemajuan.

2.    Munculnya Trend Profesi Baru

Seperti yang sudah sedikit disinggung di atas, profesi baru yang enggak dibayangkan sebelumnya sedang bermunculan dan ini pasti akan terus berlanjut sampai ke 15 tahun mendatang. Secara logika, pekerjaan seperti pengembang aplikasi perangkat lunak pasti semakin diperlukan. Mengingat bagaimana nantinya teknologi akan semakin mendominasi kehidupan.
Besar kemungkinan juga kalau perkejaan-pekerjaan unik seperti digital detox therapist atau crowd funding specialist akan bermunculan dan sangat diminati. Intinya, profesi-profesi baru ini cenderung lebih mengarah ke IT.

3.    Gaya Hidup Lebih Minimalis

Mulai dari trend rumah minimalis sampai dengan cara hidup minimalis sudah mulai menggaung dan digandrungi para remaja di era ini. Kamu tahu dong dengan founder-nya Facebook yang terkenal dengan pakaian khas-nya yang sangat minimalis tersebut? Nah, kelak, besar kemungkinan, segala hal akan jadi semakin minimalis termasuk dengan gaya hidup dan teknologi. 

Faktor Penentu  Suksesnya 33 Juta Anak Membawa Indonesia ke Arah Lebih Baik

Apa yang sudah kita bicarakan di atas tentunya adalah segala macam sisi positif. Namun, jelas ada sekian persen keresahan di dalamnya. Benarkah atau mampukah anak Indonesia di masa depan mewujudkan semua prediksi tersebut? NUTRISI adalah faktor penentunya. 
Dikutip dari Tribunnews, pemenuhan gizi disebut sebagai hal yang paling berperan dalam mempengaruhi pertumbuhan otak anak serta tumbuh kembangnya. Nutrisilah yang sangat berperan untuk membangun generasi maju yang akan membawa Indonesia kepada kejayaannya. 
pexels.com
Pemenuhan gizi ini pun menjadi semakin penting diberikan ketika anak-anak berada pada golden age dan akan sangat bagus jika mereka mendapatkan nutrisi lengkap semasa masa pertumbuhan mereka. Hal ini kadang tidak terlalu disadari baik oleh para orang tua ataupun masyarakat.
Banyak orang yang sering kali hanya fokus terhadap faktor-faktor eksternal lalu lupa dengan faktor internalnya yaitu masalah nutrisi ini. Nah, melalui tulisan ini pula aku mengajak semua pembaca blog aku sekaligus orang di sekitarku untuk bersama-sama peduli dengan gizi anak apalagi jika kalian merupakan seorang ibu dari anak usia dini/balita. 
Dengan memberikan nutrisi dan gizi yang lengkap serta seimbang kepada anak, secara ridak langsung kita sudah ikut andil dalam memperjuangkan negara Indonesia untuk menjadi negara yang jauh lebih bagus. Satu anak yang kamu temui hari ini, merupakan bagian dari 33 juta anak Indonesia yang memerlukan asupan nutrisi lengkap untuk Indonesia yang lebih baik!